Dosen : Lenie Okviana
Nama : Bryn Artha Patria
Npm : 28212399
Kelas : 3EB18
PENALARAN
DEDUKTIF DAN INDUKTIF
Pengertian penalaran
secara umum :
Penalaran
adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik)
yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang
sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan
sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan
sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang
disebut menalar.
Penalaran dibagi menjadi 2 yaitu :
Penalaran
Deduktif adalah metode berpikir yang
menerapkan hal-hal yang umum terlebih
dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan
yang spesifik.
Ciri ciri penalaran deduktif :
Ø Dimulai dari hal-hal umum, menuju kepada hal-hal yang khusus
atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut
dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Ø
Kalimat utama terletak diawal
paragraf dan selanjutnya dibarengi oleh beberapa kalimat penjelas sebagai
pendukung kalimat utama.
Macam-macam
Penalaran Deduktif :
Ø
Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan
secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah
konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3
buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Ø
Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung.
Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan
karena sudah sama-sama diketahui.
Penalaran
induktif adalah proses berpikir untuk
menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas
fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut induksi.
Penalaran induktif dapat berbentuk
generalisasi, analogi, atau hubungan sebab akibat.
Ciri-ciri
penalaran induktif :
Ø Menyebutkan peristiwa " khusus
"
Ø Menarik kesimpulan berdasarkan
peristiwa khusus
Ø Kesimpulan terdapat diakhir
paragraf
Macam-macam
penalaran induktif :
1. Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum
untuk semua atau sebagian besargejala yang diminati generalisasi mencakup ciri
– ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi
dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain.
Generalisasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
Generalisasi
sempurna
Adalah generalisasi dimana seluruh
fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini
memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja
yang belum diselidiki.
Generalisasi
tidak sempurana
Adalah generalisasi berdasarkan
sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena
sejenis yang belum diselidiki.
Penalaran generalisasi bertolak dari
satu atau sejumlah fakta (fenomena atau peristiwa) khusus yang mempunyai
kemiripan untuk membuat sebuah kesimpulan. Sejumlah peristiwa khusus dibuat
dalam bentuk kalimat, kemudian pada akhir paragraf diakhiri dengan kalimat yang
berisi generalisasi dari peristiwa. Peristiwa khusus yang disebutkan pada
bagian awal.
Pafagraf
deduktif :
1.
pekerja adalah aset perusahaan yang
perlu mendapat perlindungan mengenai keselamatan dan kesehatan kerjanya. Pada masa lalu
program keselamatan kerja bersifat mengatasi kecelakaan yang sudah terjadi
tetapi sekarang lebih bersifat preventif yakni memperkirakan apa yang akan terjadi.
Bila akibat kerja dapat dihindarkan perlu dilakukan upaya kuratif dan
rehabilitatif. Pekerja yang mengalami cacat kerja akan dievaluasi serta
ditetapkan tingkat kecocokannya sebelum menerima Jamsostek.
2.
Pos kesehatan di
pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli. Pedagang
tidak akan khawatir meninggalkan
dagangannya karena haanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre
saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas
pasiennya berusia tua,” papar Yayuk. (pra/hw)
3.
Kesehatan gigi memiliki peran penting
dalam menjaga kesehatan tubuh. Karena jika gigi rusak dan tidak
ditangani dengan baik, bisa menyebabkan risiko terjadinya gangguan kesehatan
yang sistemik dan kronis. Karena gigi akan membusuk, dan pembusukan itulah yang
menyebabkan bakteri akan menjalar ke organ tubuh lainnya dan memicu timbulnya
penyakit. Bahkan memicu terjadinya pre-cancer
Penjelasan &
Catatan Penting Paragraf Deduktif :
1. Kalimat utama berada di awal paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus.
1. Kalimat utama berada di awal paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus.
Paragfar induktif :
1.
Setiap orang tua tentu berharap anaknya kelak
menjadi orang sukses. Indikator kesuksesan biasanya dilihat dari pekerjaan.
Itulah mengapa banyak orang tua yang berbondong-bondong mengirimkan anaknya ke
sekolah-sekolah favorit dengan harapan agar nantinya sang anak dapat bersaing
di dunia kerja yang semakin keras. Pendidikan yang tepat bagi anak sebenarnya
tidak harus sealu dengan mengirimkan mereka ke sekolah faforit, melainkan
dengan cara mengarahkan sang anak sesuai minat dan bakat mereka. Oleh karena
itu, orang tua sebenarnya memiliki peran yang sangat penting untuk
menentukan pekerjaan apa yang sesuai dengan sang anak.
2.
Pada era kita sekarang ini, teknologi seakan terus
berkembang semakin cepat. Tak terkecuali teknologi informasi dan komunikasi
yang sepertinya sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Oleh karena itu,
penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi mutlak diperlukan agar
kita tidak tertinggal di era global ini.
3.
Dalam APBD 2012, terungkap dana tersebut
mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan
terhadap dua ribu orang. Namun,
sampai sekarang dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.
Penjelasan
& Catatan Penting Paragraf Induktif :
1. Kalimat utama berada di akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang khusus ke hal yang umum (luas).
1. Kalimat utama berada di akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang khusus ke hal yang umum (luas).
Referensi :
