NPM
: 28212399
Kelas
: 3EB18
Dosen
: Lenie Okviana
MACAM-MACAM PENGUMPULAN DATA
PENGERTIAN
DATA
Data adalah
sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya
suatu pengolahan. Data bisa berwujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf,
angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan
sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Macam-macam teknik pengumpulan data:
1.
Angket
(Kuesionare)
Angket adalah daftar pertanyaan yang
diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan permasalahan
penelitian. Menurut Masri Singarimbum, pada penelitian survei,
penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di
lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan diangkakan (kuantifikasi), disusun
tabel-tabel dan dianalisa secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.
Tujuan pokok pembuatan kuesioner
adalah (a) untuk memperoleh informasi yang relevan dengan masalah dan
tujuan penelitian, dan (b) untuk memperoleh informasi dengan reliabel dan
validitas yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun
kuesioner, pertanyaan-pertanyaan yang disusun harus sesuai dengan hipotesa dan
tujuan penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto, sebelum
kuesioner disusun memperhatikan prosedur sebagai berikut:
a.
Merumuskan
tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.
b.
Mengidentifikasikan
variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
c.
Menjabarkan
setiap variabel menjadi sub-sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
d.
Menentukan
jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus unit analisisnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan
dalam penyusunan kuesioner, antara lain:
a.
Pertanyaan-pertanyaan
yang disusun dalam kuesioner juga harus sesuai dengan variebel-veriabel penelitian,
yang biasanya sudah didefinisikan dalam definisi operasional, yang mengandung
indikator-indikator penelitian sesuai dengan permasalahan penelitian.
b. Tiap
pertanyaan dalam kuesiner adalah bagian dari penjabaran definisi operasional,
sehingga dapat dianalisa dengan tepat untuk menjawab permasalahan penelitian.
Dalam kusioner,
pertanyaan-pertanyaan yang diajaukan biasanya pertanyaan mengenai hal-hal
sebagai berikut:
a.
Pertanyaan
tentang fakta. Misalnya umur, pendidikan, status dan agama
b. Pertanyaan
tentang pendapat dan sikap, yang menyangkut masalah perasaan dan sikap
respondsen tentang sesuatu
c. Pertanyaan
tentang informasi. Pertanyaan yang menyangkut apa yang diketahui oleh responden
d. Pertanyaan
tentang persepsi diri. Responden menilai perilakunya diri dalam hubungannya
dengan orang lain.
Ditinjau dari segi cara pemakain
kuesioner, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh peneliti, antara lain:
a.
Kuesioner
digunakan dalam wawancara tatap muka dengan responden
b.
Kuesioner
diisi sendiri oleh responden
c.
Wawancara
melalui telepon
d.
Kuesioner
dikirim melalui pos.
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam menyusun kuesioner, antara lain:
a.
Pakailah bahasa
yang sederhana yang dapat dipahami oleh responden.
b.
Pakailah
kalimat yang pendek yang mudah difahami.
c.
Jangan
terlampau cepat menganggap bahwa responden telah memiliki pengetahuan atau
pengalaman tentang masalah penelitian.
d.
Lindungi
harga diri responden.
e.
Bila ingin
menanyakan suatu perasaan atau tanggapan yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan, tanyakan terlebih dahulu hal-hal yang menyenangkan.
f.
Pertimbangkan
pertanyaan bersifat langsung atau tidak langsung.
g.
Tentukan
pertanyaan terbuka atau tertutup.
h.
Masukkan
hanya satu buah pikiran dalam tiap pertanyaan.
i.
Rumusan
pertanyaan jangan sampai memalukan responden. (lihat, Nasution, 2006:135-137)
Contoh Angket:
a. Angket
Terbuka, yaitu angket dimana responden diberi kebebasan untuk menjawab
Contoh: Metode apa yang digunakan
oleh Bapak/ibu dalam pengajaran Bahasa Indonesia di kelas?
a......................
b......................
c......................
d......................
b. Angket
Tertutup, apabila jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti.
Contoh: Apakah Bapak/Ibu senantiasa
memeriksa hasil pekerjaan anak di kelas?
Selalu
Sering
Jarang sekali
c. Angket semi
terbuka, yaitu jawaban pertanyaan sudah diberikan oleh peneliti, tetapi diberi
kesempatan untuk menjawab sesuai kemauan responden
Contoh: Apa
metode yang Bapak/Ibu gunakan dalam pengajaran Bahasa Indonesia
Diskusi
Ceramah
............
Berdasarkan dari terbentuknya,
kuesioner dibagi menjadi:
·
Pilihan
ganda
Contoh, seperti pada angket tertutup
·
Isian
Contoh seperti pada angket terbuka
·
Chek list
Contoh
angket/kuesioner:
2. Tes
Adalah serentetan pertanyaan atau
latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan
intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Ditinjau dari sasaran atau obyek
yang akan dievaluasi, ada beberapa macam tes dan alat ukur:
a. Tes kepribadian atau personality test, yaitu tes yang digunakan untuk
mengungkap kepribadian seseorang, seperti self–concept, kreativitas, disiplin,
kemampuan khusus, dan sebagainya.
b. Tes bakat atau abtitude test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau
mengetahui bakat seseorang.
c. Tes intelegensi atau intellegence test, yaitu tes yang digunakan untuk
mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang
dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur
intelegensinya.
d. Tes sikap atau attitude test, yang sering disebut dengan istilah kala sikap,
yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap
seseorang.
e. Tes minat atau measures test yaitu tes yang digunakan untuk menggali
minat seseorang terhadap sesuatu.
f. Tes prestasi atau achievement test yaitu tes yang digunakan untuk mengukur
pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.
3.
Wawancara
Wawancara
merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian.
Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali
pemikiran atau pendapat secara detail. Oleh karena itu dalam pelaksanaan
wawancara diperlukan ketrampilan dari seorang peneliti dalam berkomunikasi
dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam
mewawancarai, motivasi yang tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut
dalam menyampaikan wawancara. Seorang peneliti juga harus bersikap netral,
sehingga responden tidak merasa ada tekanan psikis dalammemberikan jawaban
kepada peneliti.
Secara garis
besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
a.
Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya
memuat garis besar yang akan ditanyakan. Dalam hal ini perlu adanya kreativitas
pewawancara sangat diperlukan, bahkan pedoman wawancara model ini sangat
tergantung pada pewawancara.
b.
Pedoman pewawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun
secara terperinci sehingga menyerupai chek-list. Pewawancara hanya tinggal
memberi tanda v (check).
Dalam pelaksanaan penelitian
dilapangan, wawancara biasanya wawancara dilaksanakan dalam bentuk ”semi
structured”. Dimana interviwer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah
terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam dalam menggali keterangan
lebih lanjut. Dengan model wawancara seperti ini, maka semua variabel yang
ingin digali dalam penelitian akan dapat diperoleh secara lengkap dan mendalam.
Ada beberapa
faktor yang berpengaruh dalam suksesnya wawancara yang dapat dilihat pada
gambar berikut:
4.
Dokumen
Data dalam
penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human
resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari
manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan
statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan
berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa,
surat – surat resmi dan lain sebagainya.
Selain
bentuk – bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan
statistik. Dengan menggunakan foto akan dapat mengungkap suatu situasi pada
detik tertentu sehingga dapat memberikan informasi deskriptif yang berlaku saat
itu. Foto dibuat dengan maksud tertentu, misalnya untuk melukiskan kegembiraan
atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan situasi psikologis lainya. Foto juga
dapat menggambarkan situasi sosial seperti kemiskinan daerah kumuh, adat
istiadat, penderitaan dan berbagai fenomena sosial lainya.
Selain foto,
bahan statistik juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu
memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga
administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu
sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif
ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.
5.
Observasi
Agar observasi yang dilakukan oleh
peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau
blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti
bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan
kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat.
Seorang peneliti harus melatih
dirinya untuk melakukan pengamatan. Banyak yang dapat kita amati di dunia
sekitar kita dimanapun kita berada. Hasil pengamatan dari masing-masing
individu akan berbeda, disinilah diperlukan sikap kepekaan calon peneliti
tentang realitas diamati. Boleh jadi menurut orang lain realitas yang kita
amati, tidak memiliki nilai dalam kegiatan penelitian, akan tetapi munurut kita
hal tersebut adalah masalah yang perlu diteliti.
Observasi dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi
dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi
bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan
adalah observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang
diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.
Menurut Nasution, ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi, antara lain:
a. Harus
diketahui dimana observasi dapat dilakukan, apakah hanya ditempat-tempat pada
waktu tertentu atau terjadi diberbagai lokasi?
b. Harus
ditentukan siapa sajakah yang dapat diobservasi, sehingga benar – benar
representatif?
c. Harus
diketahui dengan jelas data apa yang harus dikumpulkan sehingga relevan dengan
tujuan penelitian.
d. Harus
diketahui bagaimana cara mengumpulkan data, terutama berkaitan dengan izin
pelaksanaan penelitian.
e. Harus
diketahui tentang cara-cara bagaimana mencatat hasil observasi.
MACAM-MACAM KUTIPAN
1)Kutipan Langsung
Kutipan Langsung adalah pernyataan yang ditulis dalam
susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikitpun.
Tentang kutipan langsung :
- Tulis dalam paragraf tersendiri
- Tulis dulu pengarang diikuti tahun penerbitan buku
dan halaman buku
- Salin tulisan dari pengarang dalam tanda petik
- Diartikan dalam bahasa Indonesia
- Sering-seringlah mengadakan konsultasi dengan dosen
pembimbing, lihat penulisan skripsi pada perpustakaan atau lihat punya kakak
tingkat
Kutipan Langsung terdiri dari:
1. Kutipan Langsung panjang :
Kutipan langsung yang lebih dari tiga baris ketikan.
Cara penulisannya tidak dijalani dalam teks tetapi
diberi tempat tesendiri dengan jarak baris satu spasi tunggal pada garis tepi
baru yang jaraknya empat ketukan huruf dari garis margin.
Indensi dari kalimat pertama tujuh ketukan dari garis
tepi(margin) atau tiga ketukan dari garis tepi yang baru Kutipan Langsung
panjang tidak diapit dengan tanda kutip.
Contoh 1:
Banyak batasan yang telah dikemukkan mengenai
pengertian definisi.
Keraf(2001), misalnya mengemukkan :
Defenisi pada prinsipnya adalah suatu proses
menempatkan suatu objek yang akan dibatasi ke dalam kelas yang dimasukkan
(berarti klasifikasi lagi), dengan menyebutkan cirri-ciri membedakan objek tadi
dari anggota-anggota kelas lainnya.
Contoh 2:
Soebroto(1990:123) menyimpulkan “ada hubungan yang
erat antara factor social ekonomi dengan kemajuan belajar”
Atau : kesimpulan dari penilitian tersebut adalah “ada
hubungan yang erat antara factor social ekonomi dengan kemajuan
belajar”(Soebronto 1990:123).
Contoh 3:
Anderson and Clancy (1991:12) memberi pengertian biaya
adalah sebagai berikut: "Cost is an exchange price, or a sacrifice made
obtain a benefit".
Dalam pendapat tersebut Anderson dan Clancy menyatakan
bahwa biaya adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu
keuntungan.
2).Kutipan Langsung Pendek
Kutipan Langsung pendek adalah kutipan langsung yang
tidak lebih dari tiga baris dan dijalin kedalam teks dengan meletakkannya
diantara dua tanda titik.
Contoh:
Mengenai kalimat efektif Anton M. Moeliono yang
mengemukan, “Kalimat yang efektif dapat dikenal karena cirri-cirinya yang
berikut keutuhan,perpautan,pemusatan perhatian, dan keringkasan.”
3).Kutipan Tidak Langsung
Kutioan tidak langsung merupakan pengukapan kembali
penulis dengan kata-katanya sendiri atau kutipan yang dikemukkan penulis
sendiri tanpa tanda kutip.
Kutipan Tidak Langsung terdiri dari:
1. Kutipan tidak langsung panjang :
Kutipan tidak langsung panjang merupakan kutipan yang
lebih dari satu paragraph.
Untuk mengatasi kesulitan mengindentifikasikan apakah
paragraph itu merupakam kutipan, dilakukan dengan menyebutkan pada permulaan
paraphrase, nama penulis dan tahun terbit.
Contoh 1:
Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun
ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
Atau : Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik
daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin 1990:13).
Referensi :